Rumah Yatim Daarul Aitam Al Asy’ari

Rumah yatim tersebut berdiri sejak sekitar 20 tahun lalu, sekitar tahun 1990. Ketika itu suami Ummi sekaligus pendiri dan pemilik rumah yatim, KH. Achmad Sudjaie Azzain, yang seorang PNS memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Kemudian beliau membuka usaha di bidang tekstil di daerah Bandung. Setahun setelah berhenti, usaha beliau semakin sukses dan beliau bersama istrinya berangkat menunaikan ibadah haji. Sepulangnya dari berhaji, beliau dan istrinya mendirikan rumah yatim tersebut dengan tujuan membantu para anak yatim agar dapat bersekolah hingga sukses. Hal tersebut berdasarkan pengalaman beliau yang dulunya juga seorang anak yatim. Beliau merasa bahwa saat menjadi anak yatim, beliau mengalami kesulitan untuk melanjutkan pendidikan. Beliau tidak ingin banyak anak yatim juga mengalami penderitaan seperti beliau. Hanya dengan bermodalkan usaha tekstilnya di Bandung, beliau membiayai pendidikan anak-anak yatim yang ada di sekitar lingkungan rumahnya. Lama kelamaan jumlah anak yatim yang beliau biayai pun semakin banyak. Bahkan tak hanya dari lingkungan rumahnya saja, tapi juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang berasal dari Aceh, Jawa Tengah, Jawa Barat, bahkan dari Timor Timur (sekarang Timor Leste). Tak hanya itu saja, bahkan anak-anak yatim dari berbagai daerah itu pun sudah banyak yang menyelesaikan pendidikan tingginya, bahkan kini sudah bekerja. Anak-anak yatim yang tinggal di rumah yatim paling kecil berusia 6-7 tahun (kelas 1 SD) hingga ada yang sudah kuliah. Setelah selesai bersekolah mereka bebas untuk bekerja dan kembali ke rumah masing-masing. Tak ada paksaan untuk mengabdi di rumah yatim. Anak yatim yang usianya belum mencapai sekitar 6 tahun (kelas 1 SD), masih tinggal dan dirawat di rumah orang tua atau keluarganya masing-masing. Namun semua biaya sekolah dan biaya hidup ditanggung rumah yatim. Selama berdirinya rumah yatim tersebut, tak sedikit orang yang datang untuk meminta adopsi anak yatim dari rumah yatim. Namun, tak seorang pun yang pada akhirnya dapat mengadopsi mereka. Ummi beralasan bahwa anak-anak yang ada di rumah yatim tersebut masih memiliki keluarga dan untuk melakukan adopsi harus ada persetujuan dari sang anak dan keluarganya. Segala biaya operasional di rumah yatim ini berasal dari uang pribadi keluarga Pak Kyai. Namun seringkali ada perusahaan maupun perorangan yang ikut memberikan donasinya untuk rumah yatim ini. Tak hanya dalam bentuk uang, tapi juga bahan makanan dan lain sebagainya dalam jumlah besar. Sering juga ada yang mengirimkan bingkisan ulang tahun sebagai syukuran ulang tahunnya. Begitu pun dengan seringnya pengadaan bakti sosial disana. -annisa dinda amaliaRumah Yatim Daarul Aitam Al Asy’ari

About Tim Peduli Sosial

Blog ini kami buat untuk tujuan membantu mereka-mereka (khususnya panti sosial, yayasan, dan tempat-tempat kaum marjinal lainnya) supaya bisa membantu dalam hal perluasan jaringan antar yayasan maupun dengan para donatur. Semoga dengan adanya blog kita ini menjadi sebuah karya yang berguna bagi mereka yang membutuhkan. Akhirnya kami berharap agar blog ini dapat dimanfaatkan demi kemaslahatan semua, khususnya mereka yang membutuhkan.
This entry was posted in Profil Panti and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Rumah Yatim Daarul Aitam Al Asy’ari

  1. icha says:

    nanti sy kirimin beberapa foto panti asuhan ini,

  2. Pingback: Daftar Panti/Yayasan se-Kota Depok | Peduli Yayasan Sosial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s