YABIM

Mereka adalah pelajar Sekolah Menengah Atas(SMA) di  Yayasan Bina Insan Mandiri (Yabim) yang berlokasi dekat Masjid Terminal, usia mereka rata-rata 16-17 tahun. Nama-nama mereka sebagai narasumber adalah Arilunda, Charles, Geri Alfian, Ilham Fadillah, Agus Suhandi, dan Armadika. Dari nama-nama tersebut mungkin si Arilunda-lah yang mendominasi atau mungkin menjadi”maskot” diantara nanak-anak tersebut karena dari tiap statement timbul tawa ceria dari anak-anak tersebut dan juga kami. Untuk keseharian mereka, umumnya mereka disekolah belajar dan diberikan keterempilan seperti computer, seni music, seni rupa dan yan lebih penting lagi agama. Di luar dari sekolah diantara mereka ada yang menjadi pengamen dan kerja serabutan lain seperti membantu angkat bata bangunan dan masak. Mereka berasal dari luar Depok, contoh Arilunda dan Charles yang berasal dari Medan, Ilham Fadillah yang berasal dari Sukabumi. Mereka umumnya tinggal tidak bersama orangtua lagi di Depok ini. Ada yang bersama sanak saudaranya atau tinggal di sekolah tersebut. Umumnya alasan mereka bersekolah di YABIM ini (tidak lagi bersama orang tua) adalah karena ketidakmampuan orangtua untuk membiayai sekolah mereka.

Awal dibangunya sekolah atau YABIM ini adalah impian dari Pak Rohim. Pak Rohim berdasarkan obrolan dengan narasumber adalah pendiri dari YABIM ini yang pernah dibilang “gila” oleh orang lain karena impianya ini. Siswa YABIM swndiri mencapai 2000 siswa yang dibagi menjadi beberapa tingkat yaitu TK, SD, SMP, dan SMA. Yayasan yang berdiri diatas tanah milik Pak Rohim ini mendapatkan dana bantuan dari Pemerintah Kota Depok, bakti social dari luar ataupun bantuan dari luar negeri (contoh Perusahaan dari belada). Untuk jadwal sekolah ini memberlakukan system pagi untuk TK,SD , dan SMP, siang untuk siswa SMA dan malam untuk mereka yang mengambil paket C. tenaga pengajar umumnya berasal dari relawan yang masih berkuliah atau alumni sana serta tenaga lainya. Guru-guru yang masih kuliah mereka berkuliah di Universitas Indonesia, Politeknik Negeri Jakarta ataupun Universitas Gunadarma. Dari jumlah tenaga pengajar bias dibilang terbatas karena terkadang seorang guru SMA dapat mengajar beberapa mata pelajaran tidak fokus pada satu mata pelajaran saja. -Redian WE

About Tim Peduli Sosial

Blog ini kami buat untuk tujuan membantu mereka-mereka (khususnya panti sosial, yayasan, dan tempat-tempat kaum marjinal lainnya) supaya bisa membantu dalam hal perluasan jaringan antar yayasan maupun dengan para donatur. Semoga dengan adanya blog kita ini menjadi sebuah karya yang berguna bagi mereka yang membutuhkan. Akhirnya kami berharap agar blog ini dapat dimanfaatkan demi kemaslahatan semua, khususnya mereka yang membutuhkan.
This entry was posted in Profil Panti and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to YABIM

  1. Pingback: Daftar Nama Panti/Yayasan se-Kota Depok | Peduli Yayasan Sosial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s